Kamis, 18 Juni 2020

PENGGUNAAN SOSIAL MEDIA SECARA TEPAT

Knowledge Networks in Social Media :Sonja Utz and Ana Levordashka (hal 173-176)


 

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki jumlah populasi penduduk terbanyak sehingga setiap perubahan maupun inovasi yang terjadi akan langsung masuk dan dirasakan oleh penduduknya termasuk dalam bidang teknologi. Berdasarkan hasil riset  Wearesosial Hootsuite yang dirilis Januari 2019 pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta atau sebesar 56% dari total populasi. Jumlah tersebut naik 20% dari survei sebelumnya. Sementara pengguna media sosial mobile (gadget) mencapai 130 juta atau sekitar 48% dari populasi. Besarnya populasi, pesatnya pertumbuhan pengguna internet  dan telepon merupakan potensi bagi ekonomi digital nasional. Alhasil, muncul e-commerce, transportasi online, toko online dan bisnis lainnya berbasis internet di tanah air. Ini akan menjadi kekuatan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.

          Media sosial adalah istilah umum untuk sekelompok besar alat online. Yang paling terkenal adalah situs jejaring sosial (SNS) seperti Facebook. SNS didefinisikan sebagai "layanan berbasis web yang memungkinkan individu untuk (1) membangun profil publik atau semi-publik dalam sistem terikat, (2) mengartikulasikan daftar pengguna lain yang mereka bagikan koneksi, dan (3) melihat dan lintasi daftar koneksi mereka dan yang dibuat oleh yang lain dalam sistem ”(Boyd & Ellison, 2007).  Facebook menjadi media sosial yang paling populer digunakan di dunia. Statista mencatat jumlah pengguna aktifnya pada kuartal I-2019 mencapai 2,38 miliar. India menjadi pasar terbesar Facebook. Jumlah pengguna Facebook di negeri Bollywood ini mencapai 260 juta pengguna.

          Di era globalisasi, perkembangan telekomunikasi dan informatika (IT) sudah begitu pesat. Teknologi membuat jarak tak lagi jadi masalah dalam berkomunikasi. Internet tentu saja menjadi salah satu medianya. Pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 63 juta orang. Dari angka tersebut, 95 persennya menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial. Dilansir dari https://www.kominfo.go.id/ Direktur Pelayanan Informasi Internasional  Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) , Selamatta Sembiring mengatakan,  situs jejaring sosial yang paling banyak diakses adalah Facebook dan Twitter. Indonesia menempati peringkat 4 pengguna Facebook terbesar setelah USA, Brazil, dan India. Informasi yang dilansir  pada https://www.cnbcindonesia.com/ yang Mengutip Statista mengungkapkan bahwa pada kuartal I-2019 jumlah pengguna aktif Facebook per bulan (active user) sudah mencapai 2,38 miliar. Angka ini meningkat 8% jika dibandingkan jumlah pengguna aktif bulanan di kuartal IV-2018 sebanyak 2,32 miliar. Active user merupakan pengguna yang menggunakan Facebook dalam 30 hari terakhir. Pada 2012 menjadi tonggak sejarah baru dari Facebook karena active user tembus 1 miliar pengguna dan jaringan media sosial pertama di dunia yang melampaui angka tersebut. Masih menurut statista, hingga April 2019 pengguna Facebook terbanyak berasal dari India, jumlahnya 260 juta pengguna. Amerika Serikat berada di posisi dengan jumlah pengguna 190 juta user. Peringkat ketiga dan keempat adalah Brazil dan Indonesia dengan jumlah pengguna masing-masing 120 juta user. Lalu disusul Meksiko dengan jumlah pengguna 79 juta pengguna.

          Beberapa SNS ditargetkan untuk para profesional seperti Linkedln, namun situs linkedln ini adalah Media sosial yang hanya diperunukkan bagi para profesional ini memiliki beberapa  “aturan” tertentu bagi setiap post yang dibuat oleh penggunanya. Jejaring sosial profesional sangat berbeda dengan jejaring sosial umum seperti facebook. Tidak sembarangan tema posting dapat dibuat. Dengan begitu akan tetap terlihat profesional. Berbeda dengan SNS yang lebih berorientasi pada rekreasi, bidang profil pada bisnis sangat mirip dengan riwayat hidup dan fokus pada pendidikan, pengalaman profesional dan keterampilan dan tidak menawarkan kemungkinan untuk membuat album foto. Ada fitur lain selain facebook yaitu Twitter. Pengguna juga memiliki profil, tetapi mereka hanya dapat membuat posting pendek dengan maksimal 140 karakter, yang disebut tweet. Tweet disiarkan ke semua orang yang mengikuti pengguna. Pengguna Twitter, berdasarkan data PT Bakrie Telecom, memiliki 19,5 juta pengguna di Indonesia dari total 500 juta pengguna global. Twitter menjadi salah satu jejaring sosial paling besar di dunia sehingga mampu meraup keuntungan mencapai USD 145 juta.

          Weblog, Wikipedia, tiktok, YouTube dan situs berbagi foto seperti Instagram juga termasuk dalam media sosial header. Semua sosial media ini dicirikan dengan sebagian besar kontennya dibuat oleh pengguna: pengguna menulis pembaruan status, entri pembuka Wikipedia, mengunggah foto, berbagi artikel, dan sebagainya. Selain itu, interaksi sosial sangat penting, termasuk bentuk komunikasi phatic yang ringan seperti menekan tombol untuk menunjukkan apresiasi terhadap sebuah postingan yang diunggah pada media sosial seperti memberikan "Suka" pada tombol di Facebook,youtube,instagram, dan tiktok serta memberi "favorit" di Twitter. peneliti sering fokus pada fitur-fitur umum yang digunakan bersama oleh berbagai platform (Treem & Leonardi, 2012). Konten di media sosial biasanya dibuat dan diedit oleh pengguna. Ini juga sangat terlihat (sering publik atau semi-publik secara default) dan persisten (posting dapat ditelusuri ke masa lalu). Tiga karakteristik pertama ini (dapat diedit, visibilitas, kegigihan) juga berlaku untuk beberapa bentuk komunikasi yang dimediasi komputer yang lebih lama, seperti usenet-newsgroups. Akan tetapi, tampilan asosiasi publik adalah atribut baru. Di media sosial, asosiasi antara orang (teman, koneksi, pengikut) serta antara orang dan konten (suka, bagikan) ditampilkan atau dapat dengan mudah dikaitkan dengan profil pengguna. Produsen di jejaring sosial adalah orang-orang yang telah memproduksi sesuatu, baik tulisan di Blog, foto di Instagram, maupun mengupload video di Youtube. Kebanyakan pengguna Twitter di Indonesia adalah konsumen, yaitu yang tidak memiliki Blog atau tidak pernah mengupload video di Youtube namun sering update status di Twitter dan Facebook. Selain Twitter,  jejaring sosial lain yang dikenal di Indonesia adalah  Path dengan jumlah pengguna 700.000 di Indonesia. Line sebesar 10 juta pengguna, Google+ 3,4 juta pengguna dan Linkedlin 1 juta pengguna.



          Efek dari jaringan pengetahuan (offline) sering dipelajari dari perspektif modal sosial. Modal sosial mengacu pada manfaat yang dapat diambil orang dari jaringan mereka (Adler & Kwon, 2002). Maksudnya disini adalah orang dapat mendapatkan manfaat dari konten yang diposting oleh si pemilik akun yang mereka ikuti. Sumber modal sosial terletak pada isi dan struktur jaringan, dan hasilnya adalah manfaat yang bisa didapat orang dari jaringan mereka. Penelitian modal sosial membedakan antara manfaat emosional dan informasi. Manfaat emosional mengacu pada dukungan emosional, sedangkan manfaat informasi didasarkan pada tiga kriteria: akses ke informasi, ketepatan waktu akses ini dan rujukan, yaitu, direkomendasikan untuk peluang kerja (Burt, 1992). Modal sosial dapat diukur pada tingkat individu, organisasi atau bahkan masyarakat (Adler & Kwon, 2002).

          Pada asumsi dasar analisis jejaring sosial adalah bahwa kekuatan memberikan manfaat emosional kepada orang-orang, sedangkan ikatan yang lemah memberikan manfaat informasi (lihat Adler & Kwon, 2002, untuk ulasan). Manfaat sosial media yang memberikan dampak emosional biasanya berasal dari hubungan dengan orang-orang, yang membuat seseorang merasa dekat secara emosional, seperti keluarga,sahabat dan teman, hal itu disebut dengan  ikatan yang kuat. Sedangkan hubungan dengan orang-orang, yang membuat seseorang merasa kurang dekat secara emosional, seperti kenalan atau mantan teman sekelasnya, disebut ikatan yang lemah yang menghasilkan dampak informasi bagi individu.

          Sejalan dengan asumsi ini, studi sosiologis menyatakan bahwa ikatan lemah ternyata lebih membantu ketika datang untuk mencari pekerjaan baru (Granovetter, 1973). Studi tentang pertukaran pengetahuan dalam organisasi, telah mengungkapkan hasil yang beragam; beberapa penelitian menemukan bahwa orang mengambil informasi yang lebih bermanfaat dari ikatan yang kuat (Hansen, 1999; Reagans & McEvily, 2003). Levin dan Cross (2004) menunjuk pada peran penting dari kepercayaan. . Ikatan yang lemah mungkin memang sering memiliki akses ke informasi baru, tetapi orang lebih suka beralih ke ikatan yang bersifat kuat karena mereka menjadi lebih mempercayai karena dirasa memilikihubungan emosional, mereka lebih banyak berbicara dan tidak merasa kurang malu ketika mengungkapkan kurangnya pengetahuan dengan meminta saran. Levin dan Cross (2004) menemukan adanya hubungan positif antara kekuatan ikatan dan manfaat yang dirasakan dari pengetahuan yang diterima kemudian berubah menjadi hubungan negatif saat memasukkan kepercayaan dalam analisis; data mereka dengan demikian dapat menjelaskan temuan sebelumnya yang tidak konsisten. Dapat dilihat bahwa dengan memiliki ikatan yang bersifat lemah saja tidak cukup maka harus dengan didasari oleh kepercayaan yang yang nantinya akan memperkuat dari informasi yang didapat. Ini sesuai dengan dimensi kemampuan dan kebajikan / integritas dalam penilaian kepercayaan (Mayer, Davis, & Schoorman, 1995) yang mencerminkan dua dimensi mendasar dari persepsi orang, kompetensi dan moralitas (Wojciszke, Bazinska, & Jaworski, 1998).



          Dalam era yang sudah menjamur jejaring media sosial online maka akan memudahkan seseorang untuk mendapatkan informasi dengan mudah bahkan yang sifatnya prosefional maupun pribadi, hal tersebut bisa didapatkan dari sosial media karena biasanya para pemilik akun sosial media akan kerap membagikan momen-momen pribadinya bahkan informasi tentang profesionalitasnya seperti yang mereka tunjukkan pada platform Linkedln. Indonesia menurut LinkedIn adalah negara dengan pendorong pertumbuhan terbesar di wilayah Asia Tenggara. Di wilayah ini, jejaring sosial profesional itu punya basis 22 juta pengguna dibandingkan 20 juta pengguna pada kuartal sebelumnya. Di kawasan Asia Pasifik sendiri, jumlah pengguna LinkedIn telah mencapai lebih dari 118 juta. India masih menjadi pasar terbesar bagi LinkedIn di negara Indonesia dan terbesar kedua di dunia dengan jumlah pengguna mencapai 42 juta.

 

SUMBER :

https://kumparan.com/kumparantech/linkedin-ungkap-jumlah-pengguna-di-indonesia/full

https://www.cnbcindonesia.com/tech/20190716112658-37-85252/india-jadi-pengguna-facebook-terbesar-ri-urutan-berapa

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/02/08/berapa-pengguna-media-sosial indonesia#:~:text=Berdasarkan%20hasil%20riset%20Wearesosial%20Hootsuite,atau%20sekitar%2048%25%20dari%20populasi.

Schwan, S., & Cress, U. (Eds.). (2017). The Psychology of Digital Learning: Constructing, Exchanging, and Acquiring Knowledge with Digital Media. Switzerland: Springer International Publishing.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENGGUNAAN SOSIAL MEDIA SECARA TEPAT

Knowledge Networks in Social Media : Sonja Utz and Ana Levordashka (hal 173-176)   Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang mem...