Apa
Itu Terapi Online?
E-terapi adalah penggunaan media
elektronik dan teknologi informasi untuk menyediakan layanan bagi peserta di
lokasi yang berbeda. Ini digunakan oleh
para profesional yang terampil dan berpengetahuan luas (mis. Konselor, terapis)
untuk mengatasi berbagai masalah individu, keluarga, dan sosial. E-terapi dapat (1) mencakup berbagai layanan,
termasuk skrining, penilaian, perawatan primer, dan setelah perawatan; (2) menyediakan cara-cara perawatan yang
dapat diakses daripada yang tradisional kepada mereka yang secara aktif
menggunakan perkembangan teknologi terkini (yaitu remaja dan dewasa muda); (3) membantu orang mengakses layanan
perawatan yang secara tradisional tidak akan mencari layanan karena hambatan
yang terkait dengan geografi, rasa malu dan bersalah, stigma, atau masalah
lain; dan (4) diberikan sebagai
modalitas pengobatan tunggal, atau dalam kombinasi dengan modalitas pengobatan
lain, seperti program tradisional atau yang ada. (SAMHSA, 2009) "18,6 juta orang Amerika
membutuhkan perawatan untuk masalah alkohol yang serius, dan 7,7 juta orang
membutuhkan perawatan untuk masalah obat yang dapat didiagnosis. Lebih sedikit
dari 3 juta yang mendapatkan perawatan pada tahun 2002." (Stofle, 2004).
Dalam E-terapi
ini ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan yaitu sebagai berikut :
1
Nyaman
dan fleksibel
2
Tidak
terbatas pada lokasi tertentu
3
Tersedia
24 jam. Sehari dapat diakses tanpa memperhatikan jam kerja normal, atur waktu atau
daftar tunggu
4
Kedekatan
layanan online dapat memanfaatkan motivasi fluktuasi yang kompatibel untuk
mencari pengobatan
5
Dapat
mengakibatkan perasaan kurang tergantung pada terapis lebih besar Memungkinkan
waktu klien untuk bercermin tanpa tekanan untuk berpikir cepat.
6
Anonimitas
memudahkan ketidaknyamanan dan berpotensi memalukan dan berpotensi memunculkan
pengungkapan perilaku. dan pemikiran Orang
dewasa dan anak-anak telah mengungkapkan tingkat informasi pribadi yang lebih
tinggi lebih cepat di komputer daripada FtF.
(Alleman, 2002).
"
Klien konseling online telah melaporkan bahwa mereka merasa kurang sadar diri,
kurang terhambat, dan lebih mampu mengekspresikan diri daripada mereka akan
duduk di ruang terapi seseorang, dan terapis telah melaporkan bahwa mereka
merasa lebih fokus dan bahwa respons mereka lebih kuat ketika mereka punya waktu untuk merenungkan sebelum
menanggapi masukan dient (Alleman, 2002).
Namun dibalik
Manfaat yang ditawarkan dalam E-terapi tersebut tentu adanya risiko yang pasti
terjadi seperti :
1
Masalah
keamanan dan privasi
2
Masalah
hukum (yurisdiksi, perawatan yang memadai)
3
Kesalahpahaman
karena kurangnya isyarat non-verbal atau kesalahpahaman tentang tanggapan
tertulis
4
Pelatihan
yang tidak tepat dapat memengaruhi
kompetensi klinis
5
Hubungan
online yang tidak pantas melalui situs media sosial (Facebook, Twitter,
LinkedIn, dll.)
Aplikasi yang
bisa digunakan sebagai media terapi online terdiri dari
E-Mail,Videoconferencing ,Ruang Obrolan dan Pesan Instan ,SMS Sel / Ponsel
(pesan teks) dan Konferensi Audio. Berikut penjelasan mengenai tentang
penggunaan media terapi online :
1. Menggunakan
Terapi Email
Terapi
email ini menggunakan emotikon sebagai perwujutan emosi klien, penggunaan
kreatif karakter keyboard untuk menunjukkan kepada orang lain apa yang terjadi di akhir
pembicaraan Anda (mis. mengedipkan mata saat Anda tidak sepenuhnya serius). Harus dipimpin oleh klien. Mempelajari akronim dan singkatan.
Meningkatkan Teks menjadikannya lebih 'hidup' (mis., Penggunaan huruf besar,
garis bawah, huruf tebal, tanda seru, tanda kurung emosional, dan penggunaan
tanda kurung. Menggunakan file tanda tangan (tidak digunakan dalam email
terapeutik), CCing, BCCing, dan buku alamat (tidak akan pernah digunakan), Salam
dan sign-off (kurang formal seiring berjalannya waktu), Baris subjek dan Paragraphing
(banyak paragraf pendek).
2. Videoconvference
a.
Manfaat
luar biasa bagi mereka yang memiliki masalah mobilitas (lansia, pedesaan,
militer, agorafobia)
b.
Mayoritas
studi: sedikit perbedaan dalam hasil
c.
Aplikasi
luar biasa dan murah: Aplikasi WebEx, Go-To-Meeting (HIPAA compliant)
d.
Penggunaan
headphone dengan mikrofon
e.
Diadakan
di area pribadi - penting• Diperlukan pengaturan dan pelatihan awal •
f.
Perasaan
"Kehadiran" yang hebat
g. Klien sepertinya menyukainya (merasa lebih aman,
nyaman).
h.
Melibatkan
tingkat kejujuran tentang penggunaan narkoba
i.
Keputusan
sesi rekaman
j.
Kelompok
ukuran maksimum yang disarankan - 6 orang
k.
Apakah
semua anggota saling melihat?
l.
Penugasan
kerja di antara sesi (mis., Wellness Self-Management Plus)
m.
Lembar
Masuk (hari K&S, tingkat kesulitan, swadaya, self-efficacy, penyelesaian
tugas)
n. Bergabunglah 15 menit. sebelum ke grup
3. Menggunakan
Obrolan & Perpesanan Instan
Ruang obrolan biasanya menggunakan ruang
"terbuka" seperti IM dan biasanya dialog pribadi, Penggunaan umum
kata-kata & emotikon. mengikuti
petunjuk klien. Cara agar kita tahy
bahwa kita sedang berkomunikasi dengan klien yaitu klien melakukan Laporan saat
mendapatkan masalah root mereka lebih cepat dari ftf itu. Gunakan penyedia
layanan obrolan aman (patuh HIPAA). Dienkripsi & storagg yang tepat.
4. SMS Sel/Ponsel
5. Konferensi audio
Tidak ada komentar:
Posting Komentar