Selasa, 09 Juni 2020

Cybertherapy?

Apa Itu Terapi Online? 

          E-terapi adalah penggunaan media elektronik dan teknologi informasi untuk menyediakan layanan bagi peserta di lokasi yang berbeda.  Ini digunakan oleh para profesional yang terampil dan berpengetahuan luas (mis. Konselor, terapis) untuk mengatasi berbagai masalah individu, keluarga, dan sosial.  E-terapi dapat (1) mencakup berbagai layanan, termasuk skrining, penilaian, perawatan primer, dan setelah perawatan;  (2) menyediakan cara-cara perawatan yang dapat diakses daripada yang tradisional kepada mereka yang secara aktif menggunakan perkembangan teknologi terkini (yaitu remaja dan dewasa muda);  (3) membantu orang mengakses layanan perawatan yang secara tradisional tidak akan mencari layanan karena hambatan yang terkait dengan geografi, rasa malu dan bersalah, stigma, atau masalah lain;  dan (4) diberikan sebagai modalitas pengobatan tunggal, atau dalam kombinasi dengan modalitas pengobatan lain, seperti program tradisional atau yang ada.  (SAMHSA, 2009) "18,6 juta orang Amerika membutuhkan perawatan untuk masalah alkohol yang serius, dan 7,7 juta orang membutuhkan perawatan untuk masalah obat yang dapat didiagnosis. Lebih sedikit dari 3 juta yang mendapatkan perawatan pada tahun 2002."  (Stofle, 2004).

Dalam E-terapi ini ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan yaitu sebagai berikut :

1      Nyaman dan fleksibel

2     Tidak terbatas pada lokasi tertentu

3     Tersedia 24 jam. Sehari dapat diakses tanpa memperhatikan jam kerja normal, atur waktu atau daftar tunggu

4     Kedekatan layanan online dapat memanfaatkan motivasi fluktuasi yang kompatibel untuk mencari pengobatan

5     Dapat mengakibatkan perasaan kurang tergantung pada terapis lebih besar Memungkinkan waktu klien untuk bercermin tanpa tekanan untuk berpikir cepat.

6     Anonimitas memudahkan ketidaknyamanan dan berpotensi memalukan dan berpotensi memunculkan pengungkapan perilaku.  dan pemikiran Orang dewasa dan anak-anak telah mengungkapkan tingkat informasi pribadi yang lebih tinggi lebih cepat di komputer daripada FtF.  (Alleman, 2002).

" Klien konseling online telah melaporkan bahwa mereka merasa kurang sadar diri, kurang terhambat, dan lebih mampu mengekspresikan diri daripada mereka akan duduk di ruang terapi seseorang, dan terapis telah melaporkan bahwa mereka merasa lebih fokus dan bahwa respons mereka lebih kuat ketika mereka  punya waktu untuk merenungkan sebelum menanggapi masukan dient (Alleman, 2002).

Namun dibalik Manfaat yang ditawarkan dalam E-terapi tersebut tentu adanya risiko yang pasti terjadi seperti :

1      Masalah keamanan dan privasi

2     Masalah hukum (yurisdiksi, perawatan yang memadai)

3     Kesalahpahaman karena kurangnya isyarat non-verbal atau kesalahpahaman tentang tanggapan tertulis

4     Pelatihan yang tidak tepat dapat memengaruhi  kompetensi klinis

5     Hubungan online yang tidak pantas melalui situs media sosial (Facebook, Twitter, LinkedIn, dll.)

Aplikasi yang bisa digunakan sebagai media terapi online terdiri dari E-Mail,Videoconferencing ,Ruang Obrolan dan Pesan Instan ,SMS Sel / Ponsel (pesan teks) dan Konferensi Audio. Berikut penjelasan mengenai tentang penggunaan media terapi online :

1.  Menggunakan Terapi Email

    Terapi email ini menggunakan emotikon sebagai perwujutan emosi klien, penggunaan kreatif karakter keyboard untuk menunjukkan kepada  orang lain apa yang terjadi di akhir pembicaraan Anda (mis. mengedipkan mata saat Anda tidak sepenuhnya serius).  Harus dipimpin oleh klien.  Mempelajari akronim dan singkatan. Meningkatkan Teks menjadikannya lebih 'hidup' (mis., Penggunaan huruf besar, garis bawah, huruf tebal, tanda seru, tanda kurung emosional, dan penggunaan tanda kurung. Menggunakan file tanda tangan (tidak digunakan dalam email terapeutik), CCing, BCCing, dan buku alamat (tidak akan pernah digunakan), Salam dan sign-off (kurang formal seiring berjalannya waktu), Baris subjek dan Paragraphing (banyak paragraf pendek).

 

2.  Videoconvference

a.      Manfaat luar biasa bagi mereka yang memiliki masalah mobilitas (lansia, pedesaan, militer, agorafobia)

b.     Mayoritas studi: sedikit perbedaan dalam hasil

c.      Aplikasi luar biasa dan murah: Aplikasi WebEx, Go-To-Meeting (HIPAA compliant)

d.     Penggunaan headphone dengan mikrofon

e.     Diadakan di area pribadi - penting• Diperlukan pengaturan dan pelatihan awal •

f.      Perasaan "Kehadiran" yang hebat

g.     Klien sepertinya menyukainya (merasa lebih aman, nyaman).

h.     Melibatkan tingkat kejujuran tentang penggunaan narkoba

i.       Keputusan sesi rekaman

j.      Kelompok ukuran maksimum yang disarankan - 6 orang

k.     Apakah semua anggota saling melihat? 

l.       Penugasan kerja di antara sesi (mis., Wellness Self-Management Plus)

m.    Lembar Masuk (hari K&S, tingkat kesulitan, swadaya, self-efficacy, penyelesaian tugas)

n.      Bergabunglah 15 menit.  sebelum ke grup


3.  Menggunakan Obrolan & Perpesanan Instan

Ruang obrolan biasanya menggunakan ruang "terbuka" seperti IM dan biasanya dialog pribadi, Penggunaan umum kata-kata & emotikon.  mengikuti petunjuk klien.  Cara agar kita tahy bahwa kita sedang berkomunikasi dengan klien yaitu klien melakukan Laporan saat mendapatkan masalah root mereka lebih cepat dari ftf itu. Gunakan penyedia layanan obrolan aman (patuh HIPAA). Dienkripsi & storagg yang tepat. 

4.  SMS Sel/Ponsel

5.  Konferensi audio


Anggara,Onny Fansinata. Cybertherapy

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENGGUNAAN SOSIAL MEDIA SECARA TEPAT

Knowledge Networks in Social Media : Sonja Utz and Ana Levordashka (hal 173-176)   Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang mem...